Monday, May 11, 2026

Threads

 Surabaya, 11 Mei 2026

Ga sengaja nemu di Threads, ada yang posting nanya apa yang membuat kamu menjadi atheis, agnostik atau deis. Saya ikut berkomentar:

"Hal mendasar seperti kisah penciptaan manusia saja sudah kontradiktif dengan sains, belum lagi kontradiksi-kontradiksi lainnya. Katanya beragama harus dengan akal, tapi katanya imani saja. Katanya semua sudah tertulis, tapi kok ada dosa dan pahala, kok kita harus berusaha? Katanya hidup mati sudah digariskan, kok masih berobat, kok masih pakai safety belt? Kok pasti mati kalau loncat dari lantai 20? Sungguhkan kita benar-benar memiliki kehendak bebas? Katanya mengajarkan kasih sayang, tapi kok penuh kebencian?"



Mungkin ada yang terlupa yang belum saya sebutkan "Katanya tuhan maha pengasih, tapi kok pemarah dan penghukum?"

Dan, kemudian masih di Threads, saya menemukan posting bagaimana jika teman dekatmu ternyata LGBT. Dan isi komennya mengerikan, penuh dengan kebencian dan amarah dengan membawa-bawa nama Tuhannya.



Tuesday, April 14, 2026

Saya kira saya sudah sembuh...

 Surabaya, 14 April 2026

Saya kira saya sudah sembuh dengan kondisi saya yang jauh-jauh lebih stabil dibandingkan 6 tahun yang lalu, di mana sekarang saya sudah tidak peduli lagi dengan pemicu-pemicu yang mucul. Namun hari ini, batin saya kembali terluka. Ternyata ada bagian dari diri saya yang belum sepenuhnya sembuh. Perasaan tidak diterima, dipersalahkan, dihina, kembali muncul dan teramat sangat menyakitkan. Ingin rasanya saya mengakhiri hidup, agar mereka tau bagaimana kejamnya mereka pada orang-orang seperti saya. Mereka tidak pernah mengenal saya dan hidup saya, namun mereka telah menjadi hakim moral atas keadaan saya yang saya tidak pernah tau dan meminta mengapa jalannya seperti ini.

DJP, Kemenkeu, dan segenap pegawainya masih mendiskriminasi homoseksualitas tanpa mereka mau tau, paham, atau sekedar berempati. Yang mereka tau hanyalah rasa superioritas sebagai heteroseksual dibalut dalam alasan norma agama. Bagaimana mungkin orang-orang seperti saya dapat sembuh dari luka batin, bahkan hidup bahagia, produktif jika lingkungannya masih seperti ini. Semua hanyalah omong kosong. Percuma saya menulis seperti ini toh mereka juga tidak akan pernah bisa memahami apa yang saya rasakan. Selamanya.

IDEAS CHAMBER 2026 - Antara Kerja dan Drama: Mengenali dan Menghadapi Toxic Workplace

 Surabaya, 14 April 2026

Hari ini DJP menyelenggarakan "IDEAS CHAMBER 2026 - Antara Kerja dan Drama: Mengenali dan Menghadapi Toxic Workplace", dan narasumber sempat menyampaikan salah satu aduan yang masuk adalah rekan kerja yang LGBT. Hal tersebut tentu mengusik perasaan saya, dan dengan memberanikan diri, saya menulis ini di kolom komentar:




Sempat ada seseorang yang membalas komentar saya dengan komentar "homo itu penyakit bro, dalam sains... blablabla" namun sedetik kemudian komentar tersebut dihapus. Padahal dengan sedikit kemauan, dia bisa googling kenyataan seperti apa, namun orang-orang seperti dia memilih denial.


NB: di kanal Youtube juga ada yang berkomentar seperti ini:


pun di kolom slido masih ada yang berkomentar meskipun acara telah usai, dan tentu ucapannya menyakitkan hati saya, sehingga saya balas sebagaimana berikut: